30 Okt 2010
29 Mei 2010
19 Mei 2010
26 Apr 2010
AKU BELAJAR
Aku belajar...
bahwa tidak selamanya hidup ini indah. Kadang TUHAN mengijinkan aku melalui derita.
Tetapi aku tau, bahwa Ia tidak pernah meninggalkan ku walau hanya sedetik. tidak akan. Sebab itu aku belajar menikmati hidup ini dengan BERSYUKUR...
Aku belajar..
bahwa tidak selamanya hidup ini indah. Kadang TUHAN mengijinkan aku melalui derita.
Tetapi aku tau, bahwa Ia tidak pernah meninggalkan ku walau hanya sedetik. tidak akan. Sebab itu aku belajar menikmati hidup ini dengan BERSYUKUR...
Aku belajar..
bahwa tidak semua yg aku harapkan akan menjadi kenyataan. Kadang TUHAN membelokkan rencanaku.
Tetapi aku tahu, bahwa itu lebih baik daripada apa yang aku rencanakan. Sebab itu aku belajar menerima semua itu dengan SUKACITA.
Aku belajar...
Tetapi aku tahu, bahwa itu lebih baik daripada apa yang aku rencanakan. Sebab itu aku belajar menerima semua itu dengan SUKACITA.
Aku belajar...
bahwa pencobaan itu pasti datang dalam hidupku. Aku tdk mungkin berkata, "TIDAK Tuhan".
Karna aku tau, bahwa semua itu tidak melampaui kekuatanku.
Sebab itu aku belajar menghadapinya dengan SABAR.
Aku belajar...
bahwa tidak ada kejadian yang harus disesali dan ditangisi. Karna semua rancanganNYA indah bagi ku.
Maka dari itu aku belajar, untuk BERSYUKUR, BERSUKACITA, san BERSABAR.
dalam segala perkara.
Karna aku tau, bahwa semua itu tidak melampaui kekuatanku.
Sebab itu aku belajar menghadapinya dengan SABAR.
Aku belajar...
bahwa tidak ada kejadian yang harus disesali dan ditangisi. Karna semua rancanganNYA indah bagi ku.
Maka dari itu aku belajar, untuk BERSYUKUR, BERSUKACITA, san BERSABAR.
dalam segala perkara.
26 April 2010
-shela magdalena
17 Apr 2010
16 Apr 2010
15 Apr 2010
ONE NIGHT
Seorang gadis muda, mengemukakan pengalamannya di sebuah sekolah seminari ... sebuah pelajaran dari Dr. Smith, yang terkenal dengan kerumitannya. Suatu hari Sally masuk ke kelas dan segera menyadari bahwa akan ada sesuatu yang menyenangkan hari itu. Di dinding ada satu papan sasaran yang besar, di meja terletak banyak anak panah.
Dr. Smith meminta setiap murid untuk membuat gambar orang yang tidak mereka sukai atau orang yang telah melukai hati mereka; kemudian mereka akan diperbolehkan melempar anak panah pada gambar tersebut.
Seorang gadis, teman Sally, menggambar wajah gadis lain yang telah merebut pacarnya. Yang lain manggambar wajah adiknya. Sally menggambar wajah teman lamanya dengan sangat detail sampai dia tidak lupa menambahkan jerawatnya. Dia sangat puas setelah melihat semuanya lengkap.
Seluruh isi kelas kemudian berbaris dan mulai melemparkan anak panah, diiringi suara tawa riang. Beberapa di antara mereka melempar anak panah begitu kuatnya sampai merobek sasaran. Sally menunggu gilirannya ... Kemudian dia kecewa, karena waktu sudah habis.
Dr. Smith meminta semua murid untuk duduk kembali di kursi masing-masing. Sambil duduk, Sally memikirkan rasa kecewanya karena belum memiliki kesempatan untuk melempar.
Dr. Smith mulai melepas sasaran dari dinding. Di balik sasaran terdapat gambar wajah Yesus ...
Suasana kelas menjadi hening ... semua murid menatap gambar Yesus yang telah
hancur; seluruh wajahNya berlubang dan sobek bahkan matanya tertembus.
Dr. Smith hanya berkata ... "Apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang paling hina, kamu melakukannya untukKu". Tidak ada lagi kata-kata, semua mata berkaca-kaca menatap wajah Yesus …
Teman-teman hari ini kita belajar satu hal:
Apapun yang kita lakukan kepada sesama kita, siapapun dan bagaimanapun dia itu sama saja kita melakukannya kepada YESUS …mengapa? Karena YESUS juga disalibkan untuk mereka.
“Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu melakukannya untuk Aku. MATIUS 25:40
Dr. Smith meminta setiap murid untuk membuat gambar orang yang tidak mereka sukai atau orang yang telah melukai hati mereka; kemudian mereka akan diperbolehkan melempar anak panah pada gambar tersebut.
Seorang gadis, teman Sally, menggambar wajah gadis lain yang telah merebut pacarnya. Yang lain manggambar wajah adiknya. Sally menggambar wajah teman lamanya dengan sangat detail sampai dia tidak lupa menambahkan jerawatnya. Dia sangat puas setelah melihat semuanya lengkap.
Seluruh isi kelas kemudian berbaris dan mulai melemparkan anak panah, diiringi suara tawa riang. Beberapa di antara mereka melempar anak panah begitu kuatnya sampai merobek sasaran. Sally menunggu gilirannya ... Kemudian dia kecewa, karena waktu sudah habis.
Dr. Smith meminta semua murid untuk duduk kembali di kursi masing-masing. Sambil duduk, Sally memikirkan rasa kecewanya karena belum memiliki kesempatan untuk melempar.
Dr. Smith mulai melepas sasaran dari dinding. Di balik sasaran terdapat gambar wajah Yesus ...
Suasana kelas menjadi hening ... semua murid menatap gambar Yesus yang telah
hancur; seluruh wajahNya berlubang dan sobek bahkan matanya tertembus.
Dr. Smith hanya berkata ... "Apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang paling hina, kamu melakukannya untukKu". Tidak ada lagi kata-kata, semua mata berkaca-kaca menatap wajah Yesus …
Teman-teman hari ini kita belajar satu hal:
Apapun yang kita lakukan kepada sesama kita, siapapun dan bagaimanapun dia itu sama saja kita melakukannya kepada YESUS …mengapa? Karena YESUS juga disalibkan untuk mereka.
“Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu melakukannya untuk Aku. MATIUS 25:40
Sincerity of a Friend
Dari awal, gue ga pernah ngerasa kalo mereka (autiese) adalah orang-orang yang akan mendampingi hidup gue selama menginjakan kaki di bangku perkuliahan. Dulu, ga pernah sedikitpun gue ngerasa kalo bisa atau akan nemuin yang namanya "sahabat" di gedung ini (nunjuk perbanas). Yang gue tau, dunia perkuliahan, adalah dunia yang dimana-mana segala sesuatunnya serba "sendiri". yang kasarnya, tinggak ke egoisan tinggi sekali di masa-masa ini. Pikir gue, "Yaudahlah yaaa, kepompongers gue SMA udah cukup lah jadi orang-orang terdekat gue!!!!". Semester saru, dua, tiga, berjalan seperti biasa. Layaknya bergaul dengan teman-teman biasa lainnya. cuma beda nya kalo makan, ke kelas, or apapun yang masih dilakukan di lingkungan kampus, anak-anak ini (yang sekarang namanya autiesers ini) masih jalan bareng2. even jalan barengm ga satupun curhatan yang berbau-bau percintaan, keluarga, or apalah yang sekiramya sedikit sensitif, bisa semudah itu gue share sama mereka. So, sejauh itum mereka masih lah "teman" dimata gue dan bukan "sahabat". Sampe akhirnya kita memutuskan buat sekedar lepas penat ke berbagai tempat, dari puncak, anyer, bogor, mall-mall,


salon, dan berbagai macam tempat lah yang semakin lama semakin mempererat hubungan kita, berjalan nya waktu, kita semakin sadar kalo tanpa terfikirkan, kita saling terikat satu sama lain. semakin timbul yang nama nya "CARE" antara satu sama lain. lebih dari sekedar sahabat. Mereka lebih dari sekedar sahabat buat gue, mereka layak di sebut "Saudara". Tuhan menganugrahkan sosok yang sifat nya, cukup berbeda dari sahabat-sahabat gue yang udah kenal gue lebih lama dari gue mengenal meraka-mereka ini.Tapi, siapa bilang ga ada kerikil. beeuuhh, sering banget itu mah.. tapi ga ada yang lebih juara, dari perang kali ini. Perang masalah nomer pas pengajuan outline. LOL :) seminggu pada ga tegor-tegor an, main sindir2an, dari mulai twitter, facebook, bbm, or apapun lah. tapi, secara sadar kita tau, klo yang bikin siasana makin runyam yah kita sendiri. sampe akhirnya, kemarin, tepatnya tanggal 14 April 2010. di bukalah tuh sidang paripurna. dimana semua harus mengeluarkan segala unek-unek nya. Eiittssss... (ampe ada yang mewek-mewekan lohhh) hihihihi.. Thanks Lord, it was Done.. Semua clear, dan saling memafkan satu sama lain. hmmmm. lega banget loh gue. hha. Singkat cerita, semua persahabatan akan indah bila di dasari ketulusan. And we start it right now. Ga akan pernah ada kata terlambat, untuk memulai segala sesuatu yang baik.

Shela magdalena, 15 April 2010.
21:40 - bedroom

Shela magdalena, 15 April 2010.
21:40 - bedroom
Langganan:
Komentar (Atom)







